Sekilas iHAQi

poster ihaqi
This movie requires Flash Player 8
srd

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,(QS : 7:172)

Sebelum setiap manusia lahir ke dunia (kecuali Nabi Adam as.), Allah menciptakan jiwa terlebih dahulu, kemudian setiap jiwa itu diambil-Nya kesaksian (sumpah) atas Ke-Esa-an Allah di Alam Ruh, yang kemudian hal ini menjadi satu ketetapan dan skenario besar atas setiap manusia…

f

“Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),”. (Al Qiyaamah 75: 37).“Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim),”. (Al Mursalat 77: 21).“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(Ali ‘Imran 3: 6).“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang Sempurna dan yang bertambah. dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya (kadar & ketetapannya)”. (Ar Ra’d 13: 8).“….Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[*]. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah,…”. (Az Zumar 39: 6).

Kemudian, Allah menjadikan jasad untuk tempat setiap jiwa yang telah di ambil kesaksian tersebut. Keajaiban penciptaan manusia di alam rahiim, menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah bagi mereka yang memikirkannya…

f

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.”.(Adz Dzariyaat 51: 56).“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”.(Al Bayyinah 98: 5).

Dua alam telah di lewati oleh manusia, dan selanjutnya adalah masa yang mengantarkan manusia untuk menjalani kehidupan di alam dunia sesuai dengan tujuan pokok penciptaannya. Inilah yang kemudian menjawab pertanyaan mengapa dirinya ada di dunia ini….sampai ia di hadapkan pada satu pintu yang sedang menantinya, ia adalah sakaratul maut…

f

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”.(Qaaf 50 19).

“Sekali-kali jangan. apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan”,(Al Qiyaamah 75 : 26).

f

“Dan Berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; Maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya).” (Ar Rum 30 : 56).

“Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah Aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan”. (Al Mu’minuun 23: 100).

f

“Hari kiamat”, (Al Qaari’ah 101: 1).“Apabila terjadi hari kiamat”, (Al Waaqi’ah 56 : 1).“Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat”, (Al Haaqqah 69: 15).“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat)”, (Al Zalzalah 99 : 1)

Kehancuran tata surya, bahkan jagad raya sudah semakin tampak dan di yakini melalui pendekatan ilmu pengetahuan modern saat, tetapi bagaimanakah fenomena dan fakta ini dapat kita temukan di dalam Al Qur’an yang telah disampaikan 14 abad yang lalu melalui seorang Nabi yang Ummi, lalu adakah hal tersebut dapat memberikan kepada kita pelajaran yang berharga…?

“(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (Orang-orang kafir) berkata : “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat ?”. Mereka berkata : “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”. Sesungguhnya pengembalian ini hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi”. (An-Nazi’aat : 6-14).“Setelah itu kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur”. (Al Baqarah 2: 56).

f

“(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (Orang-orang kafir) berkata : “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat ?”. Mereka berkata : “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”. Sesungguhnya pengembalian ini hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi”. (An-Nazi’aat : 6-14).<br>
“Setelah itu kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur”. (Al Baqarah 2: 56).

f

“Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, Maka dia berkata: “Ambillah, Bacalah kitabku (ini)”. (Al Haaqqah 69: 19).

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah”. (Al Insyiqaaq 84 : 7-8).

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini)”. (Al Haaqqah 69: 25).

“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, Maka ia akan berteriak “Celakalah Aku “. Dan dia akan masuk api yang menyala-nyala”. (Al Insyiqaaq 84 : 10-12).

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan”. (Al Anbiyaa’: 21 47).
f

SURGA

“Seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, Laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar Ucapan salam”. (Al Waaqi’ah 56 : 16-26).

“Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), Dan naungan yang terbentang luas, Dan air yang tercurah, Dan buah-buahan yang banyak, Yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.. Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung[*]. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (Al Waaqi’ah 56 : 28-37).

[*] Maksudnya: tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis.

 

f

NERAKA

“Benar-benar akan memakan pohon zaqqum, Dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan”. (Al Waaqi’ah 56: 52-56).

“Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, Dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar. Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah Sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?. Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?”. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, Benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal”. (Al Waaqi’ah 56: 42-50)